Halaman

Selasa, 10 September 2013

Komoditas sampah Plastik yang Menimbulkan Problematika




Sampah plastic merupakan wabah masalah yang mengglobal. Apa penyebab sampah plastic dikatakan problematika yang mengglobal ??. Salah stu penyebab utamanya ialah plastic merupakan material yang tidak dapat dihancurkan oleh organism (non-bio-degradable). Sehingga bersifat tahan lama (persisten).
Fakta bahwa sampah plastic menimbulkan banyak masalah adalah seperti yang dikemukakan oleh (UNEP) pada peringatan hari lingkungan sedunia tahun lalu. Bahwa tiap tahun di seluruh dunia sampah plastic membunuh 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, dan ikan-ikan yang tidak terhitung. Dampak dari sampah plastic yang sering kita jumpai di Negara kita yang tenar adalah akibat timbunan dari sampah plastic manimbulkan banyak kerugian. Diantaranya banjir, terjangkitnya wabah penyakit dan lain sebagainya.
Melihat begitu besarnya potensi sampah plastic dalam penurunan banyak populasi dan wabah dari berbagai penyakit, serta organisme-organisme laut lainnya, maka sudah selayaknya jika segala bentuk progam pencegaham penyebaran sampah plastic digalakkan. Diantara pencegahan tersebut dengan melakukan penanggulangan dan pembersihan lingkungan yang selayaknya digerakkan pemerintah dan rakyat dengan proaktif.
Bagaimana menanggulanginya dengan mengadakan program-program tersebut ??. apa solusinya ??.
Salah satu cotoh solusinya diantaranya untuk pabrik plastic memproduksi plastic-plastik yang dapat diuraikanoleh dikomposer,  seperti plastic organic yang dikonsumsi oleh minimarket hingga supermarket, jangan membuang sampah plastic di laut, sungai, danau, dan jangan menimbun sampah plastic untuk mengurangi terjangkitnya wabah penyakit. Menyediakan tempat sampah di semua tempat, mulai dari daerah plosok hingga perkotaanagar sampah tidak berceceran. Dan alangkah baiknya bila perusahaan-perusahaan, utamanya yang memproduksi barang dengan kemasan plastic tidak hanya mencantumkan petunjuk pasca pemakaian, tapi juga himbauan. Seperti: “Buanglah sampah pada tempatnya” dengan membedakan sampah organic dan anorganik.
Mulai sekarang, marilah kita berfikir dengan kesadaran kita, sekali lagi jangan salahkan sampah plastic, tapi dengan keberadaan plastic, jadikanlah sesuatu kreatif yang indah dan menjadi geraknya pola piker kita.  
                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar